Sabtu, 09 April 2016

BANGKITNYA RUSIA SEBAGAI NEGARA YANG SUPER POWER


Siapa yang tidak tahu negara ini ??? pasti semua orang tahu ini negara apa .. negara yang mashaAllah luasnyaaaaa dan memiliki angkatan militer yang sangat besar serta kuat

Kekuasaan dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu  power sebagai alat, power didasarkan pada kemampuan, power sebagai hubungan dan proses, dan juga dapat menjadi kuantitas, tetapi untuk tujuan analisis politik internasional, power dapat dipecah ke dalam tiga konsep elemen terpisah yaitu : Tindakan (proses, hubungan) mempengaruhi (influence) aktor lain,Power mencakup kemampuan (capability) yang digunakan untuk memberikan pengaruh yang signifikan, dan Tanggapan (response) terhadap tindakan tersebut (Holsti, 1964:182). Pengaruh (influence) dapat didefinisikan sebagai kemampuan aktor untuk mengubah perilaku aktor lain untuk melakukan suatu tindakan atau kebijakan untuk kepentingan negaranya. Contohnya Pemerintah Soviet dengan menggunakan berbagai instrumen kebijakan luar negeri, telah berupaya untuk mencegah Jerman Barat untuk memperoleh senjata nuklir, dengan menyelenggarakan Marshall Plan dan NATO. Poin kedua adalah kemampuan (capability) , kemampuan dapat didefinisikan sebagai kemampuan suatu negara yang dimobilisasi untuk mendukung tindakan mempengaruhi (influence). Apa yang krusial berkaitan kemampuan untuk mempengaruhi menurut Dahl (1961), adalah bahwa negara tersebut memobilisasi kemampuan ini untuk tujuan politiknya, dan bahwa negara tersebut memiliki keterampilan dalam memobilisasi kemampuan tersebut demi mencapai tujuannya dan pada akhirnya akan mengahasilkan suatu tanggapan (response) dari negara tujuannya, baik berupa tanggapan positif maupun negative (Holsti, 1964:185).


Pemakaian dan pencapaian power digunakan oleh negara untuk menjalankan kebijakan politik luar negeri yang pada akhirnya memiliki tujuan akhir untuk mewujudkan national interest negara tersebut. Pelaksanaan power dilakukan dari berbagai bentuk seperti ideologi, tekanan ekonomi, persuasi untuk melakukan kerjasama, kemampuan mengelola asset fisik negara, imperialism kebudayaan maupun perang. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kekuatan nasional (national power) merupakan kemampuan (capacity) suatu bangsa yang digunakan sebagai alat (means) untuk mendapatkan kepentingan nasional (national interest) negaranya. Kekuatan nasional melibatkan kemampuan untuk mempengaruhi, menggunakan tekanan ataupun ancaman untuk mengontrol perilaku negara – negara lain sesuai dengan kehendak sendiri demi mencapai kepentingan nasional.

Mengapa Rusia menjadi negara super power ?
Bangkitnya Rusia Sebagai Negara Super Power’. Terlepas dari hasil yang dicapai dalam pertemuan antara Putin dan Obama untuk mendiskusikan masalah Suriah, Ukraina dan masalah lainnya, satu hal yang jelas adalah, pertemuan itu menunjukkan suatu hal yang tiba-tiba, bahkan sangat mengejutkan yaitu  bangkitnya kekuatan Rusia dalam beberapa tahun terakhir.
Presiden Rusia Vladimir Putin

Dalam dunia yang penuh dengan kejutan ini, mulai dari kebangkitan fundamentalisme Islam, lemahnya perekonomian China, persaingan internal Uni Eropa, tercapainya kesepakatan dengan Iran, anjloknya pasar saham Amerika, kejutan terbesar dari semua itu adalah lahirnya kembali kekuatan Rusia di bawah Vladimir Putin.
Hal ini luar biasa mengingat bahwa Rusia telah disingkirkan dari Eropa Timur, kehilangan setengah penduduknya, tidak memiliki  sektor pertanian, tekonolgi tinggi maupun konsumen modern, serta menderita penurunan 50 persen dalam harga ekspor minyak. Ekonomi Rusia waktu itu bahkan lebih kecil daripada Inggris, Perancis atau Jerman dan tidak bergerak ke arah kapitalisme demokrasi Barat.

Putin berulang kali dipermalukan oleh para pemimpin Barat. Presiden Obama, merendahkan Rusia dan menganggapnya hanya sebuah kekuatan regional, menyatakan bahwa Putin tak lebih dari seorang anak kecil bosan yang tengah meringkuk di belakang kelas. Kanselir Jerman Angela Merkel pernah dengan pedas mengejek kejantanan Putin dengan mengatakan “Saya mengerti mengapa dia harus melakukan hal ini, hanya untuk membuktikan bahwa dia seorang pria. Ia takut dengan kelemahannya sendiri. Rusia itu tak punya apa-apa.

Namun, Rusia telah kembali menempatkan dirinya sebagai kekuatan besar yang menggetarkan berbagai rezim otoriter dan korup di seluruh dunia. Kesediaannya menerima kembali Krimea, Ossetia Selatan, Abkhazia dan bagian dari Left Bank Ukraina dalam dekade terakhir, diam-diam disambut oleh para pemimpin nasionalis konservatif dengan aspirasi mereka sendiri.

Sendirian di antara kekuatan-kekuatan besar dunia, Rusia bertindak aktif dan bersedia untuk campur tangan dalam membantu sekutu-sekutunya. Negara-negara Eropa tidak lagi negara kuat seperti sebelumnya dalam Perang Dunia II. Jepang dan Jerman  benar-benar merasakan bahwa kekuatan mereka melemah pasca  kekalahan di Perang Dunia II. China masih perlu beberapa dekade jauhnya untuk menjadi negara adidaya. Amerika Serikat di bawah Presiden Obama mementaskan aksi semi-penarikan diri dari wilayah-wilayah utama dunia.


Para pemimpin Arab mulai dari Arab Saudi, Mesir, Maroko, Yordania, Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab berkunjung ke Moskow tahun ini. Raja Saudi Salman bahkan menyebut-nyebut dirinya akan menyambut Vladimir Putin ke Riyadh.Bahkan Israel berusaha semakin mendekat ke Rusia. Apakah Rusia akhirnya akan atau tidak akan menjual sistem rudal S-300 ke Iran jelas berpengaruh pada kepentingan vital Israel.
Perang Dingin Obama dan Putin

Presiden Suriah Bashar Assad berutang budi terhadap bantuan militer senilai  4-5 miliar dolar dari Rusia begitu pula dengan Iran. Rusia juga memainkan peran penting dalam memastikan kesepakatan nuklir untuk Iran. Rusia adalah pemasok senjata utama ke Iran dan akan membangun lebih banyak pembangkit listrik tenaga nuklir seperti Busheir.


Dengan kemampuan militer yang kuat, lokasi geografis Eurasia, kepemimpinan yang cakap, nasionalisme konservatif dan resusitasi dalam hubungan lama akibat Perang Dingin, Rusia telah kembali menjadi pemain utama di dunia.


ANGKATAN MILITER NEGARA RUSIA

Kementerian Pertahanan Rusia mempublikasikan laporan perangkat militer yang baru-baru ini masuk dalam perbendaharaan senjata tentara Rusia, demikian disampaikan Sputnik, mengutip situs resmi kementerian. Pada 2015, militer Rusia mengalami modernisasi serius yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah, tulis Sputnik.
Pesawat pengebom strategis Tu-160

Media Rusia tersebut melaporkan, tahun ini pasukan militer Rusia menerima 1.172 tank baru termasuk tank canggih T-14 Armata, 250pesawat termasuk dua pengangkut misil strategis Tu-95MS dan tiga pesawat pengebom strategis Tu-160.
Enam resimen misil dilengkapi dengan sistem Yars yang melakukan tugas tempur bersama Pasukan Misil Strategis Rusia. Sejumlah 95 persen sistem misil Rusia memiliki status operasional tempur.

Angkatan Laut Rusia juga mengalami peningkatan kapabilitas.Mereka menerima kapal selam tenaga nuklir Alexander Nevsky dan Vladimir Monomakh.
Rusia juga menempatkan 35 misil balistik baru. Armada nuklir saat ini telah diperbaharui sebesar 55 persen.



Pesawat pengangkut misil strategis Tu-95MS

Pesawat pengebom strategis Tu-160

Kehebatan militer Rusia diakui di seluruh dunia. Berbagai peperangan dan pertempuran berhasil dimenangkan militer Rusia sejak era pemerintahan tsar hingga Uni Soviet. Kini, militer Rusia kembali menunjukkan eksistensinya di dunia dalam peperangan melawan ISIS di Suriah.

Terkait dengan kerja sama teknis militer, Indonesia dan Rusia telah dan terus menjalin kerja sama di bidang ini secara terus-menerus. Uni Soviet aktif mendukung militer Indonesia pada masa mempertahankan kemerdekaan dulu. Kini, Rusia pun aktif mendukung alutsista Indonesia agar dapat melindungi negaranya dengan maksimal.
1.Jumlah Tentara
Menurut data dari wikipedia Rusia memiliki tentara total sebanyak 5.796.100 dengan jumlah tentara aktif sebanyak 2.037.000.
2.Jumlah Alat Tempur
Tercatat Rusia memiliki alat tempur darat sebanyak 79,985 dengan  22.800 diantaranya adalah tank. Russia memiliki total sebanyak 526 alat tempur laut dan memiliki 3.888 alat tempur di udara.

3.Kekuatan Bom Atom 
 Bom atom dikenal sebagai senjata pamungkas alias digunakan sebagai senjata terakhir.Hal itu dikarenakan efeknya yang luar biasa.Jika kalian telah mengenal ledakan Hiroshima dan Nagasaki berarti kalian telah mengetahui bagaimana teknologi bom atom 69 tahun yang lalu.Bagaimana yang sekarang khususnya Rusia.Walaupun kekuatan atom masing-masing negara dirahasiakan namun dari beberapa ujicoba yang pernah dilakukan kita bisa tahu.

Tsar Bomba adalah bom milik Uni Sovyet(negara Rusia sebelum pecah) yang juga pernah di ujicoba


MASA PEPERANGAN RUSIA


Port Arthur, di Jazirah Liaodong di selatan Manchuria, telah diperkuat Rusia hingga menjadi sebuah pangkalan Angkatan Laut besar. Jepang membutuhkan kekuasaan laut untuk berperang di daratan Asia, karena itu tujuan militer pertama mereka adalah menetralkan armada Rusia di Port Arthur. Pada 8 Februari malam, armada Jepang di bawah pimpinan Admiral Heihachiro Togo memulai peperangan dengan sebuah serangan torpedo mendadak pada kapal-kapal Rusia di Port Arthur, sehingga membuat dua kapal perang Rusia rusak parah. Serangan-serangan itu berkembang menjadi Pertempuran Port Arthur esok paginya. Serangkaian pertempuran laut yang tidak memberikan hasil yang menentukan pun terjadi. Pada kesempatan itu, Jepang tidak berhasil menyerang Rusia dengan menggunakan meriam-meriam darat dari pelabuhan, dan armada Rusia menolak untuk meninggalkan pelabuhan itu dan pergi ke laut terbuka, khususnya setelah kematian Admiral Stepan Osipovich Makarov pada 13 April. Pertempuran-pertempuran ini memberikan perlindungan bagi sebuah pasukan Jepang untuk mendarat dekat Incheon di Korea, dan dari sana mereka menduduki Seoul dan berikutnya seluruh Korea. Pada akhir April, tentara Jepang di bawah Kuroki Itei bersiap-siap menyeberangi sungai Yalu ke Manchuria yang saat itu diduduki Rusia.

Sebagai jawaban terhadap strategi Jepang yang memberikan kemenangan cepat untuk menguasai Manchuria, Rusia melakukan tindakan-tindakan penghalang untuk memperoleh cukup waktu untuk menunggu tibanya pasukan-pasukan tambahan yang datang melalui jalan kereta api Trans-Siberia yang panjang. Pada 1 Mei, pecahlah Pertempuran Sungai Yalu. Dalam pertempuran ini pasukan-pasukan Jepang menyerang sebuah posisi Rusia setelah mereka menyeberangi sungai itu tanpa menghadapi perlawanan. Ini adalah sebuah pertempuran besar pertama dari perang ini di daratan. Pasukan-pasukan Jepang bergerak maju dan mendarat di beberapa titik di pantai Manchuria, serta melakukan sejumlah pertempuran hingga memukul balik pasukan-pasukan Rusia ke Port Arthur. Pertempuran-pertempuran ini, termasuk Pertempuran Nanshan pada 25 Mei, ditandai oleh kekalahan besar Jepang dalam penyerangan kepada sejumlah posisi kuat Rusia, tetapi tentara Rusia tetap bersikap pasif dan tidak melakukan serangan balasan.

Di laut, perang ini sama brutalnya. Setelah penyerangan pada 8 Februari terhadap Port Arthur, pasukan Jepang berusaha mencegah pasukan Rusia menggunakan pelabuhan itu.


Apakah Rusia pernah melakukan diplomasi ?


Pada Selasa (1/12) lalu, RBTH Indonesia berkesempatan untuk mewawancari Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Y. Galuzin secara eksklusif. Ada empat topik utama yang kami tanyakan, dan berikut adalah jawaban sang dubes terkait bagaimana hubungan Rusia-Indonesia selama 2015 atau selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo dalam setahun terakhir?
Sepertinya, slogan “Kerja, kerja, kerja,” juga tepat menggambarkan apa yang dilakukan antara Indonesia dan Rusia dan selama 2015 ini. Sumber: Shintya Felicitas/RBTH Indonesia

“Kerja, kerja, kerja,” adalah slogan yang diusung Presiden RI Joko Widodo sebagai bentuk komitmennya untuk fokus bekerja demi rakyat Indonesia. Tahun ini, hubungan Rusia dan Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dubes Galuzin bahkan mengatakan  bahwa produktifitas antara kedua negara telah mewarnai 65 tahun hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia. Lantas, apa saja sebenarnya yang terjadi selama setahun terakhir antara negeri di khatulistiwa dan negeri besar di utara sana? Sepertinya, slogan “Kerja, kerja, kerja,” juga tepat menggambarkan apa yang dilakukan antara Indonesia dan Rusia dan selama 2015 ini. Berikut wawancara eksklusif RBTH Indonesia dengan Dubes Rusia Mikhail Galuzin.
RBTH: Bagaimana Anda menyimpulkan kerja sama antara Rusia-Indonesia selama 2015 ini, khususnya selama berjalannya Pemerintahan Presiden Joko Widodo? Peristiwa penting apa saja yang menandai meningkatnya kerja sama antara kedua negara?
Mikhail Galuzin: Kami telah melakukan kerja sama yang sangat baik selama satu tahun masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, bahkan di berbagai area utama kerja sama Indonesia dan Rusia.
Pertama-tama, di awal tahun ini, pada Februari, diadakan perayaan 65 tahun hubungan diplomatik antara Rusia dan Indonesia. Rusia (yang saat itu masih bernama Uni Soviet) adalah salah satu negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia di tahun 1950. Saya pikir, bukanlah suatu kebetulan bahwa sepanjang tahun ini memang sangat produktif bagi kedua negara kita, dan saya dengan senang hati menyampaikan bahwa produktifitas ini mewarnai 65 tahun hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia.
Sepanjang tahun ini, kita berhasil menstimulus berbagai dialog antara Rusia dan Indonesia. Ada beberapa kegiatan dialog skala besar yang dilakukan, seperti Sidang Komisi Bersama di Kazan. Saat itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Sofyan Djalil memimpin delegasi Indonesia untuk bertemu para pejabat dan pengusaha Rusia di Kazan, ibu kota Republik Tatarstan.
Di bulan April, di Kazan, Forum Bisnis Rusia-Indonesia diadakan dengan partisipasi sejumlah besar pebisnis dari kedua belah pihak. Kami memang melakukan cukup banyak dialog secara intensif dalam bidang ekonomi. Berbagai pertemuan dan dialog yang dilakukan berdampak secara signifikan, salah satunya adalah peresmian proyek pembangunan jalur kereta api di Kalimantan beberapa minggu lalu yang dihadiri Presiden Joko Widodo. Proyek ini akan dioperasikan oleh perusahaan negara Russian Railways (RZhD) dengan anak perusahaan PT Kereta Api Borneo (PT KAB) yang akan berkontribusi terhadap jalur perhubungan dan infrastruktur di Indonesia. Ini merupakan suatu proyek skala.

Kemudian, kami juga mengadakan dialog terkait isu pertahanan dan keamanan. Secara pribadi, saya ucapkan terima kasih kepada Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu yang telah bepartisipasi dalamKonferensi Keamanan Internasional Moskow pada April lalu, dan juga melakukan pertemuan dengan mitra Rusianya, Menhan Rusia Sergey Shoigu. Pertemuan itu pun sangat produktif.

Lalu, tahun ini Rusia dan Indonesia berhasil memperluas dialog antara kedua negara melalui kedua kemenlu kita, yang sebetulnya ini merupakan saluran komunikasi yang sangat penting dalam hubungan bilateral antara kedua negara. Pada Februari lalu, kami melaksanakan konsultasi bilateral oleh Wamenlu Rusia Igor Morgulov yang bertanggung jawab atas diplomasi di kawasan Asia-Pasifik dengan Kemenlu Indonesia yang diwakili Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI Dian Triansyah Djani terkait agenda bilateral kedua negara. Konsultasi ini tidak dilakukan dalam waktu yang sangat lama, tapi hal itu akhirnya kembali terealisasi tahun ini.

Hal penting berikutnya, kami juga mengadakan konsultasi terkait isu keamanan strategis pada Desember 2014 lalu di Moskow dengan partisipasi Wamenlu RI Hasan Kleib dan Wamenlu Rusia Sergey Ryabkov.Selain itu, belum lama ini, pada November, kami mengadakan konsultasi yang sangat produktif terkait agenda HAM antara direktorat kedua kemenlu kita. Kemudian, kami juga berhasil melanjutkan stimulus dialog komunikasi antara kedua parlemen kita. Dialog antara para pembuat kebijakan di negara kita telah menjadi tiang yang kokoh bagi hubungan bilateral kita, dan inilah mengapa kami sangat mengapresiasi kunjungan terkini dari Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Irman Gusman ke Rusia. Di sana, dia melaksanakan pertemuan dengan mitra Rusianya, Ketua Dewan Federasi Rusia Valentina Matvienko dan berbagai pejabat Rusia lainnya.

Saya juga ingin menyebutkan bahwa dalam peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta dan Bandung pada April lalu, Presiden Putin mengirimkan utusan khusus yang diwakili Wakil Ketua Dewan Federasi Majelis Federal Federasi Rusia Ilyas Umakhanov untuk menghadiri peringatan yang bersejarah tersebut dan menyampaikan pesan dari presiden Rusia di hadapan para peserta KAA. Sejauh yang saya ingat, Presiden Putin adalah satu-satunya kepala negara yang meskipun tak hadir, ia tetap memberikan pesan pribadinya berupa ucapan selamat dan sambutan kepada para peserta KAA.

Kemudian, Wakil PM Rusia Arkady Dvorkovich yang bertanggung jawab atas perindustrian berkunjung ke Jakarta pada April lalu untukmenghadiri Forum Ekonomi Dunia Asia Timur dan untuk melakukan kontak bilateral dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Selain itu, di tahun ini ada pengembangan di bidang yang baru antara hubungan Rusia-Indonesia di bidang analisis politik, yaitu sebuah diskusi yang solid, sebuah proyek diskusi bersama yang membahas isu-isu politik terkini dan kerja sama sosial-ekonomi di kawasan Asia-Pasifik. Diskusi inidiselenggarakan atas kerja sama Klub Diskusi Valdai dan Habibe Center, dengan partisipasi sejumlah cendekiawan, ilmuwan, dan analis politik dari sejumlah negara di Asia-Pasifik.

Simposium ini berlangsung di Jakarta pada 27 November lalu, dan ini merupakan suatu bentuk pengembangan yang baru dalam hubungan antara Rusia dan Indonesia. Secara pribadi, saya ucapkan terima kasih sikap aktif dan konstruktif Habibie Center yang telah secara positif merespons proposal dari Valdai yang merupakan salah satu pusat analisis politik ternama di Rusia, yang forumnya diadakan setiap tahun di Rusia dengan partisipasi Presiden Putin sebagai pembicara kunci di forum tersebut.

Jadi, tahun ini memang sangat produktif bagi hubungan Rusia-Indonesia, dan saya harap tren positif ini akan terus berlanjut ke tahun berikutnya.

VISIT AND GIVE GOOD COMMENT







Menyentuh Titik Terbarat Indonesia Di Pulau Weh


Pulau Weh (atau We) adalah pulau vulkanik kecil yang terletak di Barat Laut Pulau Sumatra. Pulau ini pernah terhubung dengan Pulau Sumatra, namun kemudian terpisah oleh laut setelah meletusnya gunung berapi terakhir kali pada zaman Pleistosen. Pulau ini terletak di Laut Andaman. Kota terbesar di Pulau Weh, Sabang, adalah kota yang terletak paling barat di Indonesia.

Pulau ini terkenal dengan ekosistemnya. Pemerintah Indonesia telah menetapkan wilayah sejauh 60 km² dari tepi pulau baik ke dalam maupun ke luar sebagai suaka alam. Hiu bermulut besar dapat ditemukan di pantai pulau ini. Selain itu, pulau ini merupakan satu-satunya habitat katak yang statusnya terancam, Bufo valhallae (genus Bufo). Terumbu karang di sekitar pulau diketahui sebagai habitat berbagai spesies ikan.

Pulau Weh terletak di Laut Andaman, tempat 2 kelompok kepulauan, yaitu Kepulauan Nikobar dan Kepulauan Andaman, tersebar dalam satu garis dari Sumatra sampai lempeng Burma. Laut Andaman terletak di lempeng tektonik kecil yang aktif. Sistem kompleks dan kepulauan busur vulkanik telah terbentuk di sepanjang laut oleh pergerakan lempeng tektonik.

Pulau ini terbentang sepanjang 15 kilometer (10 mil) di ujung paling utara dari Sumatra. Pulau ini hanya pulau kecil dengan luas 156,3 km², tetapi memiliki banyak pegunungan. Puncak tertinggi pulau ini adalah sebuah gunung berapi fumarolik dengan tinggi 617 meter (2024 kaki). Letusan terakhir gunung ini diperkirakan terjadi pada zaman Pleistosen. Sebagai akibat dari letusan ini, sebagian dari gunung ini hancur, terisi dengan laut dan terbentuklah pulau yang terpisah.

Di kedalaman sembilan meter (29,5 kaki) dekat dari kota Sabang, fumarol bawah laut muncul dari dasar laut.[3] Kerucut vulkanik dapat ditemui di hutan. Terdapat 3 daerah solfatara: satu terletak 750 meter bagian tenggara dari puncak dan yang lainnya terletak 5 km dan 11,5 km bagian barat laut dari puncak di pantai barat teluk Lhok Perialakot.

Terdapat empat pulau kecil yang mengelilingi Pulau Weh: Klah, Rubiah, Seulako, dan Rondo. Di antara keempatnya, Rubiah terkenal sebagai tempat pariwisata menyelam karena terumbu karangnya. Rubiah menjadi tempat persinggahan warga Muslim Indonesia yang melaksanakan haji laut untuk sebelum dan setelah ke Mekkah.

Pulau Weh merupakan bagian dari provinsi Aceh. Sensus tahun 1993 menunjukan terdapat 24.700 penduduk di pulau ini.Mayoritas dari populasi tersebut adalah suku Aceh dan sisanya Minangkabau, Jawa, Batak, dan Tionghoa.Tidak diketahui kapan pulau ini pertama kali dihuni. Islam adalah agama utama, karena Aceh adalah provinsi khusus yang menetapkan hukum Syariah.Namun,terdapat beberapa orang Kristen dan Budha di pulau ini. Mereka kebanyakan bersuku Jawa, Batak, dan Tionghoa.

Pada tanggal 26 Desember 2004 gempa bawah laut yang besar (9 skala Richter) terjadi di Laut Andaman. Gempa ini memicu terjadinya serangkaian tsunami yang menewaskan sedikitnya 130.000 orang di Indonesia.Pengaruh terhadap Pulau Weh relatif kecil, tetapi tidak diketahui berapa banyak penduduk dari pulau itu yang tewas akibat gempa tersebut.

Sekitar tahun 301 sebelum Masehi, seorang Ahli bumi Yunani, Ptolomacus berlayar ke arah timur dan berlabuh di sebuah pulau tak terkenal di mulut selat Malaka, pulah Weh. Kemudian dia menyebut dan memperkenalkan pulau tersebut sebagai Pulau Emas di peta para pelaut.Pada abad ke 12, Sinbad mengadakan pelayaran dari Sohar, Oman, jauh mengarungi melalui rute Maldives, Pulau Kalkit (India), Sri Langka, Andaman, Nias, Weh, Penang, dan Canton (China). Sinbad berlabuh di sebuah pulau dan menamainya Pulau Emas, pulau itu yang dikenal orang sekarang dengan nama  Pulau Weh.

Sedangkan Pulau Weh berasal dari kata dalam bahasa aceh, ”weh” yang artinya pindah, menurut sejarah yang beredar Pulau Weh pada mulanya merupakan satu kesatuan dengan Pulau Sumatra, karena sesuatu hal akhirnya Pulau Weh, me-weh-kan diri ke posisinya yang sekarang. Makanya pulau ini diberi nama Pulau Weh.

Yang paling penting bagi sejarah Pulau Weh adalah sejak adanya pelabuhan di Kota Sabang. Sekitar tahun 1900, Sabang adalah sebuah desa nelayan dengan pelabuhan dan iklim yang baik. Kemudian belanda membangun depot batubara di sana, pelabuhan diperdalam, mendayagunakan dataran, sehingga tempat yang bisa menampung 25.000 ton batubara telah terbangun. Kapal Uap, kapal laut yang digerakkan oleh batubara, dari banyak negara, singgah untuk mengambil batubara, air segar dan fasilitas-fasilitas yang ada lainnya, hal ini dapat dilihat dengan masih banyaknya bangunan-bangunan peninggalan Belanda. Sebelum Perang Dunia II, pelabuhan Sabang sangat penting dibanding Singapura. Namun, di saat Kapal laut bertenaga diesel digunakan, maka Singapura menjadi lebih dibutuhkan, dan Sabang pun mulai dilupakan.
Pada tahun 1970, pemerintahan Republik Indonesia merencanakan untuk mengembangkan Sabang di berbagai aspek, termasuk perikanan, industri, perdagangan dan lainnya. Pelabuhan Sabang sendiri akhirnya menjadi pelabuhan bebas dan menjadi salah satu pelabuhan terpenting di Indonesia. Tetapi akhirnya ditutup pada tahun 1986 dengan alasan menjadi daerah yang rawan untuk penyelundupan barang..



Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari 17.504 pulau (DKP, 2005) dan memiliki pantai sepanjang 81.290 kilometer (Dishidros TNI-AL, 2003 dalam DKP 2005). Sejak ditetapkan pada tahun 1957 melalui Deklarasi Juanda dan dikukuhkan oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1960, yang kemudian diganti dengan Undang-Undang RI nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia, serta diakui secara internasional melalui Undang-Undang Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982, maka perairan Indonesia menjadi suatu wilayah yang utuh, dimana batas lautnya diukur dari titik pulau-pulau terluarnya.

Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki pantai dan bercirikan nusantara, batas-batas lautnya meliputi Batas Laut Teritorial (BLT), Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), Batas Landas Kontinen (BLK), Batas Zona Tambahan (BZT) dan Batas Zona Perikanan Khusus (Special Fisheries Zone/SFZ). Berbagai jenis garis batas ini, belum seluruhnya terdeposit di UNCLOS atau dalam perjanjian perbatasan antarnegara, baik bilateral maupun multilateral. Sampai saat ini proses pengukuran, perjanjian maupun pemecahan permasalahan-permasalahan yang menyangkut batas negara khususnya batas laut masih terus dilakukan.

Indonesia memiliki kurang lebih 17.506 pulau termasuk pulau-pulau kecil terluar yang langsung berbatasan dengan wilayah perairan negara lain (DKP, 2006).Dengan panjang garis perbatasan laut, serta banyaknya pulau-pulau terluar yang potensial untuk dikembangkan, tetapi pada saat yang sama juga memiliki potensi konflik, ditambah dengan banyaknya negara yang berbatasan, maka penyusunan suatu kebijakan yang menyeluruh dari aspek perencanaan, pengembangan, dan pengawasan kawasan perbatasan laut merupakan sebuah kebutuhan. Hingga saat ini, pengembangan perbatasan laut belum dilakukan secara optimal, sebagai akibat belum adanya kebijakan yang komprehensif sehingga sulit untuk diimplementasikan (DKP, 2005).
Konflik-konflik perbatasan seperti yang terjadi pada kasus tenaga kerja Indonesia di Nunukan kurang dapat ditangani secara cepat, karena perangkat aturan pelaksanaannya belum tersedia. Pemerintah daerah yang seharusnya dapat cepat bertindak, tidak dapat melakukan apa-apa akibat keterbatasan kewenangan yang dimiliki. Untuk itu diperlukan penyusunan kebijakan kawasan perbatasan, khususnya perbatasan laut, maka peran masing-masing instansi secara bersinergi dapat diidentifikasi dan ditentukan dalam konteks pembangunan kawasan perbatasan laut Indonesia.

Yang dimaksudkan dengan Pulau Terluar yaitu pulau dengan luas area kurang atau sama dengan 2000 km2 (dua ribu kilometer persegi) yang memiliki titik-titik dasar koordinat geografis yang menghubungkan garis pangkal laut kepulauan sesuai dengan hukum Internasional dan nasional (Perpres No. 78 Tahun 2005).

Berdasarkan hasil inventarisasi yang dilakukan oleh Dishidros TNI-AL pada tahun 2003, terdapat 92 pulau kecil terluar yang tersebar di 17 provinsi dimana keberadaannya mempengaruhi luas wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Pulau Rondo Kelurahan Ujung Ba’u, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam. Terletak di ujung utara Pulau Weh, merupakan pulau terluar strategis di ujung barat Indonesia yang menjadi jalur pelayaran internasional, berbatasan dengan India, tidak dihuni tetap dan hanya dihuni oleh petugas jaga mercusuar. Kekayaan alam berupa perikanan dan terumbu karang, rawan pencurian ikan (illegal fishing).

Pulau terluar sangat menentukan luas perairan suatu negara dengan mengukur lebar laut teritorial dari garis pangkal lurus kepulauan hal ini dijelaskan di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 1985 Tentang Pengesahan United Nations Convention On The Law Of The Sea (Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Tentang Hukum Laut) dan diperjelas pada PP No. 38 Tahun 2002 pasal 3 yang menyatakan bahwa di antara pulau-pulau terluar, dan karang kering terluar kepulauan Indonesia, garis pangkal untuk mengukur lebar laut teritorial adalah Garis Pangkal Lurus Kepulauan.

Garis Pangkal Lurus Kepulauan sebagaimana dimaksud adalah garis lurus yang menghubungkan titik-titik terluar pada Garis Air Rendah pada titik terluar pulau terluar, dan karang kering terluar yang satu dengan titik terluar pada Garis Air Rendah pada titik terluar pulau terluar, karang kering terluar yang lainnya yang berdampingan.Pulau-pulau terluar merupakan kawasan strategis dan memiliki potensi sangat penting, karena di pulau-pulau tersebut terdapat Titik Dasar (TD) dan Titik Referensi (TR) yang digunakan untuk menarik garis pangkal batas wilayah atau teritorial RI (Berita Antara, 2007).

Dari aspek demografi (kependudukan) sebenarnya pulau-pulau terluar adalah tempat yang teramat baik bagi pemerataan jumlah penduduk. Selama ini program perpindahan penduduk dari Jawa, Madura dan Bali biasanya menuju pulau-pulau besar (Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi) dan berorientasi ke arah pertanian. Program tersebut akan lebih baik jika dikombinasikan dengan perpindahan penduduk ke pulau-pulau kecil terluar Indonesia. Dengan demikian, pemerataan distribusi penduduk Indonesia secara geografis tetap tercapai, bahkan tercapainya tujuan lain seperti pertahanan dan keamanan. Aktivitas penduduknya pun tidak hanya berorientasi pada pertanian saja tetapi juga perikanan.

Dengan adanya penduduk di pulau-pulau terluar tersebut, maka tidak mungkin akan muncul pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan dampak terhadap perekonomian nasional.Akibat posisinya yang sangat strategis maka banyak sengketa wilayah laut yang terjadi di beberapa negara di dunia yang memerlukan waktu berpuluh-puluh tahun untuk menyelesaikannya bahkan sampai menimbulkan perang, seperti antara Inggris dan Argentina yang memperebutkan Kepulauan Malvinas. Kasus Sipadan-Ligitan yang akhirnya jatuh ke tangan Malaysia, merupakan pengalaman buruk Indonesia.

Perbatasan laut yang masuk dalam tinjauan suatu kebijakan meliputi wilayah perairan di kawasan perbatasan, serta pulau-pulau terluarnya. Wilayah perairan menyangkut kawasan teritorial maupun ZEE yang terkait dengan pengelolaan dan pelestarian sumberdaya alam, termasuk pengelolaan sumberdaya perikanan di kawasan perbatasan dan monitoring serta pengamanan terhadap keberadaan kapal-kapal asing, sedangkan pulau-pulau terluar menyangkut berbagai aspek yang terkait dengan pengelolaan pulau-pulau kecil di kawasan perbatasan, baik yang berpenghuni maupun tidak.Kebijakan khusus di bidang pengelolaan laut dan pulau-pulau kecil di kawasan perbatasan ini, memiliki kekhasan penting karena menyangkut interaksi dengan dunia internasional terutama menyangkut hukum-hukum dan perjanjian yang berlaku secara universal maupun perjanjian dengan negara-negara tetangga yang berdekatan.

Tujuan dari penyusunan kebijakan ini adalah untuk memberikan landasan atau kerangka berpikir dalam penyusunan kebijakan nasional yang menyeluruh dan terpadu mengenai penanganan kawasan perbatasan laut, baik yang bersifat umum untuk seluruh kawasan perbatasan maupun yang bersifat khusus bagi masing-masing kawasan perbatasan yang spesifik. Adapun sasaran yang hendak dicapai dari kebijakan pengembangan kawasan perbatasan laut dan pulau-pulau terluar adalah:
1) Teridentifikasinya permasalahan, peluang, dan potensi pengembangan kawasan perbatasan laut.
2) Terpadunya konsep-konsep kebijakan penanganan kawasan perbatasan laut yang bersifat sektoral maupun regional.
3) Tersusunnya landasan konsep bagi kebijakan nasional penanganan kawasan perbatasan laut dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat perbatasan pulau-pulau terluar, menjaga kedaulatan negara dan meningkatkan rasa kebangsaan, serta memantapkan penerapan dan penegakan hukum nasional.
Telah terdapat kebijakan persesuaian antara Undang-Undang Nomor 17 tahun 1985 dengan konsepsi Sistem Pertahanan Nusantara. Dan sesungguhnya secara hukum perairan di Indonesia telah diatur penataannya dalam sebuah tata ruang melalui Undang-undang Nomor 6 tahun 1996. Namun Undang-undang Nomor 6 tahun 1996 hanya mengatur perairan yang digolongkan sebagai perairan yurisdiksi Indonesia. Artinya, masalah ZEE, zona tambahan dan Pulau-Pulau Terluar tidak tercakup dalam Undang-Undang Nomor 6 tahun 1996.

Dari kepentingan pertahanan negara, perlu ditetapkan wilayah perairan mana saja yang dikategorikan sebagai zona pertahanan maritim. Penetapan ini sesungguhnya bukan saja penting, namun juga ada baiknya dilakukan dalam waktu secepatnya setelah mendalami berbagai aspek yang mempengaruhinya, yaitu aspek hukum, aspek diplomasi politik dan aspek operasional. Dengan penetapan zona pertahanan maritim, maka secara operasional terbuka kesempatan bagi TNI-AL dan TNI-AU untuk menggelar latihan gabungan secara rutin di berbagai kawasan perairan yang dikategorikan sebagai zona pertahanan maritim. Hal ini akan berguna karena setiap perairan memiliki karakteristik yang berbeda-beda bagi digelarnya operasi pertahanan secara gabungan.

Untuk itu, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, aspek hukum. Menurut UNCLOS 1982 yang diratifikasi oleh melalui Undang-undang Nomor 17 tahun 1985, setiap negara yang meratifikasi UNCLOS 1982 memiliki kewenangan untuk mengatur zonasi perairan yurisdiksinya sesuai kepentingan nasionalnya masing-masing. Sedangkan pada ZEE dan zona tambahan, dari aspek pertahanan setiap negara berhak mengambil tindakan yang dianggap perlu bila ada hostile intention dan hostile act dari lawan. Dikaitkan dengan zonasi untuk kepentingan pertahanan, sesungguhnya Indonesia secara sepihak dapat mendeklarasikan kepada dunia internasional bahwa ZEE dan zona tambahan di sekitar perairan yurisdiksi Indonesia termasuk dalam zonasi Sistem Pertahanan Nusantara.
Deklarasi secara sepihak tersebut akan terkait aspek kedua, yaitu aspek diplomasi politik. Deklarasi ini harus ditindaklanjuti oleh perjuangan diplomasi politik di tingkat internasional. Karena hampir sudah pasti akan muncul tekanan dari dunia internasional guna membatalkan deklarasi tersebut, khususnya dengan negara-negara yang berkepentingan dengan perairan di sekitar Nusantara. Tekanan tersebut muncul karena adanya kepentingan politik sekaligus ekonomi mereka yang akan terganggu dengan deklarasi Indonesia itu.

Referensi : 

Visit and Give Positive Coment