Rabu, 30 Maret 2016

DIPLOMASI BUDAYA INDONESIA MELALUI SENI BATIK

Konsep diplomasi kebudayaan berasal dari dua kata yakni diplomasi dan kebudayaan. Diplomasi merupakan instrumen yang digunakan dalam hubungan internasional untuk mencapai kepentingan nasional. Secara konvensional, diplomasi adalah usaha suatu bangsa untuk memperjuangkan kepentingan nasionalnya dalam masyarakat internasional. Dalam hal ini diplomasi diartikan bukan hanya perundingan, tapi semua upaya hubungan luar negeri. 

            Sementara definisi kebudayaan, menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi adalah Semua hasil karya cipta, rasa, dan karsa manusia. Karya menghasilkan  teknologi kebendaan atau (material culture) yang diperlukan manusia untuk menguasai sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk kehidupan masyarakat. Sehingga jika definisi ini disatukan, maka dapat diperoleh gambaran bahwa diplomasi kebudayaan adalah diplomasi yang memanfaatkan aspek kebudayaan untuk memperjuangkan kepentingan nasionalnya dalam percaturan masyarakat internasional. Diplomasi kebudayaan juga dianggap sebagai alat untuk memperlihatkan tingkat peradaban suatu bangsa. Selain itu definisi lain mengenai diplomasi kebudayaan adalah suatu teknik pemanfaatan dimensi kekayaan dalam percaturan hubungan antar  bangsa.

            Kata “Batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna “menulis” dan “titik” yang bermakna “titik”. Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.

            Batik merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta. Batik juga merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

Adapun jenis-jenis batik di Indonesia,sebagai berikut:

1. Batik Jlamprang
Motif batik jlamprang banyak diproduksi di Pekalongan. Sebagian besar berbentuk geometris dan kadang berbentuk bintang atau mata angin. Canting yang digunakan ujungnya berbentuk segi empat.

2. Batik Terang Bulan
Umumnya, desain batik ini hanya ada di bagian bawah, baik itu berupa lung-lungan atau berupa ornamen pasung, sementara bagian atasnya kosong atau berupa titik-titik. Batik terang bulan ini disebut juga gedong atau ram-raman.

3. Batik Cap Kombinasi Tulis
Proses pembentukan motif batik ini menggunakan batik cap dan batik tulis murni. Setelah diproses dengan canting cap, kain batik kembali ditulis dengan canting tangan untuk memperhalus motif. Proses ini biasanya dilakukan untuk mempercepat produksi batik dan keseragaman.

4. Batik Tiga Negeri Pekalongan
Batik ini memiliki beberapa warna dalam satu kain, yaitu merah, biru dan soga yang semua dibuat di Pekalongan. Sejarahnya, proses pewarnaan ini perlu melibatkan tiga tempat, yaitu Lasem, Pekalongan,dan Solo. Untuk warna merah para pembatik harus ke wilayah Lasem, warna biru ke wilayah Pekalongan, sedangkan untuk mendapatkan warna soga (cokelat) pembatik harus ke wilayah Solo. Kerumitan yang tinggi inilah yang menjadikan Batik Tiga Negeri sebuah masterpeice Batik Nusantara.

5. Batik Sogan Pekalongan
Batik sogan pekalongan melalui proses dua dua kali. Proses pertama, latar putih diberi coletan (teknik pewarnaan batik) dan untuk proses kedua, batik ditandai penuh atau berupa titik halus, baru setelah itu disoga (diberi warna cokelat). Karena warnanya, Batik Sogan Pekalongan terlihat klasik.

6. Batik Tribusana
Batik tribusana merupakan batik gaya baru yang sebagian besar motifnya berupa lung-lungan lanjuran. Jenis batik ini ada yang bercorak dan ada juga yang polos.

7. Batik Pangan atau Batik Petani
Batik ini umumnya dibuat oleh perempuan petani sebagai selingan kegiatan. Biasanya batik ini kasar serta tidak halus. Motifnya bermacam-macam dan paling banyak disesuaikan dengan kondisi daerah pembuatnya masing-masing. Batik Petani cukup dikenal di Klaten, Bantul, Imogiri, Tuban, Tulungagung, juga Indramayu.

Berikut beberapa alasan mengapa batik Indonesia bisa mendunia dan dikagumi, diantaranya adalah:

1.  Pancarkan Kearifan Indonesia
Batik akan menjadikan seseorang lebih Indonesia. Dengan memakai batik seseorang akan tampil lebih fresh, lebih hidup dan menjadikan siapa saja menjadi orang Indonesia seutuhnya. Pasalnya, nilai batik merupakan jati diri Indonesia.

2.      Warisan Budaya Leluhur
Cermin pribadi yang pandai berterima kasih pada leluhur bangsa memakai batik berarti kita termasuk pribadi yang pandai berterima kasih. Dengan menggunakan batik, secara tidak langsung jika kita memakai batik berarti kita bangga dengan pakaian khas indonesia, apapun motifnya, batik Indonesia menjadi cerminan pribadi Indonesia yang sesungguhnya.
3.      Nyaman Dipakai
Selain bangga dengan negeri ini, sebagian orang gemar menggunakan karya budaya nenek moyang Indonesia karena motifnya yang cantik serta nyaman dipakai di segala suasana. Sebagian dari mereka juga menganggap corak batik Indonesia sangat unik dan memiliki khas tersendiri.

4.      Bangkitkan Nasionalisme
Mengenakan batik menjadikan seseorang menunjukkan identitasnya secara tidak langsung, hal ini juga akan berefek kepada sikap dan perilaku seseorang. Efek inilah yang menjadikan siapa pun merasa bangga jadi orang Indonesia, inilah yang akan meinmbulkan semangat nasionalisme.

5.      Membuat Orang Tampil Lebih Dewasa
Dengan mengenakan batik seseorang akan terlihat dewasa dan mempesona, lihatlah ketika anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas yang sudah mulai cinta dengan batik, maka akan terlihat lebih dewasa dan lebih anggun serta gagah. Batik tak membuat seseorang menjadi tua, tapi sebaliknya. Akan tampaklah wajah penuh kedewasaan. Jadi batik menjadikan seseorang semakin dewasa.

6.      Timbulkan Rasa Percaya Diri
Batik akan membuat kita semakin percaya diri. Memilih batik Indonesia yang sesuai postur tubuh kita, kemudian ditambah motif yang indah, menjadikan seseorang semakin tambah percaya diri di setiap kesempatan. Karena nuansa batik Indonesia mengandung nilai keikhlasan membuat siapapun menjadi percaya diri.

            Kementrian Perdagangan Indonesia menekankan bahwa dengan tembusnya batik Indonesia ke pasar global itu artinya Indonesia telah mampu mengangkat brand image batik Indonesia.

            Berdasarkan data Kementrian Perdagangan, realisasi ekspor batik Indonesia ke beberapa negara di dunia pada periode 2004-2008 menunjukkan tren yang positif meski di tahun 2005 mengalami penurunan.

            Ekspor batik Indonesia mulai meningkat pada 2006 menjadi 14,26 juta dolar AS, menjadi 20,87 juta dolar AS pada 2007 dan menjadi 32,27 juta dolar AS pada 2008.

            Realisasi ekspsor batik selama periode Januari-November 2009 mencapai nilai 17,35 juta dolar AS. Negara tujuan ekspor batik Indonesia antara lain Amerika Serikat, Belgia, Perancis, Inggris dan Jerman.