Konsep diplomasi kebudayaan berasal dari
dua kata yakni diplomasi dan kebudayaan. Diplomasi merupakan instrumen yang
digunakan dalam hubungan internasional untuk mencapai kepentingan nasional. Secara
konvensional, diplomasi adalah usaha suatu bangsa untuk memperjuangkan
kepentingan nasionalnya dalam masyarakat internasional. Dalam hal ini diplomasi
diartikan bukan hanya perundingan, tapi semua upaya hubungan luar negeri.
Sementara
definisi kebudayaan, menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi adalah Semua
hasil karya cipta, rasa, dan karsa manusia. Karya menghasilkan teknologi
kebendaan atau (material culture) yang diperlukan manusia untuk menguasai
sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk kehidupan
masyarakat. Sehingga jika definisi ini disatukan, maka dapat diperoleh gambaran
bahwa diplomasi kebudayaan adalah diplomasi yang memanfaatkan aspek kebudayaan
untuk memperjuangkan kepentingan nasionalnya dalam percaturan masyarakat
internasional. Diplomasi kebudayaan juga dianggap sebagai alat untuk
memperlihatkan tingkat peradaban suatu bangsa. Selain itu definisi lain
mengenai diplomasi kebudayaan adalah suatu teknik pemanfaatan dimensi kekayaan
dalam percaturan hubungan antar bangsa.
Kata
“Batik” berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: “amba”, yang bermakna
“menulis” dan “titik” yang bermakna “titik”. Batik adalah salah satu
cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang
pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah
pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal
sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang
dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang
memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi,
serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan
sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of
the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.
Batik
merupakan kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian
dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang
turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari
batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status
seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya
dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta. Batik juga merupakan warisan
nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama
kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu
memakai batik pada Konferensi PBB.
Adapun
jenis-jenis batik di Indonesia,sebagai berikut:
1. Batik
Jlamprang
Motif batik
jlamprang banyak diproduksi di Pekalongan. Sebagian besar berbentuk geometris
dan kadang berbentuk bintang atau mata angin. Canting yang digunakan ujungnya
berbentuk segi empat.
2. Batik
Terang Bulan
Umumnya,
desain batik ini hanya ada di bagian bawah, baik itu berupa lung-lungan atau
berupa ornamen pasung, sementara bagian atasnya kosong atau berupa titik-titik.
Batik terang bulan ini disebut juga gedong atau ram-raman.
3. Batik Cap
Kombinasi Tulis
Proses
pembentukan motif batik ini menggunakan batik cap dan batik tulis murni.
Setelah diproses dengan canting cap, kain batik kembali ditulis dengan canting
tangan untuk memperhalus motif. Proses ini biasanya dilakukan untuk mempercepat
produksi batik dan keseragaman.
4. Batik
Tiga Negeri Pekalongan
Batik ini
memiliki beberapa warna dalam satu kain, yaitu merah, biru dan soga yang semua
dibuat di Pekalongan. Sejarahnya, proses pewarnaan ini perlu melibatkan tiga
tempat, yaitu Lasem, Pekalongan,dan Solo. Untuk warna merah para pembatik harus
ke wilayah Lasem, warna biru ke wilayah Pekalongan, sedangkan untuk mendapatkan
warna soga (cokelat) pembatik harus ke wilayah Solo. Kerumitan yang tinggi
inilah yang menjadikan Batik Tiga Negeri sebuah masterpeice Batik Nusantara.
5. Batik
Sogan Pekalongan
Batik sogan
pekalongan melalui proses dua dua kali. Proses pertama, latar putih diberi
coletan (teknik pewarnaan batik) dan untuk proses kedua, batik ditandai penuh
atau berupa titik halus, baru setelah itu disoga (diberi warna cokelat). Karena
warnanya, Batik Sogan Pekalongan terlihat klasik.
6. Batik
Tribusana
Batik
tribusana merupakan batik gaya baru yang sebagian besar motifnya berupa lung-lungan
lanjuran. Jenis batik ini ada yang bercorak dan ada juga yang polos.
7. Batik
Pangan atau Batik Petani
Batik ini
umumnya dibuat oleh perempuan petani sebagai selingan kegiatan. Biasanya batik
ini kasar serta tidak halus. Motifnya bermacam-macam dan paling banyak
disesuaikan dengan kondisi daerah pembuatnya masing-masing. Batik Petani cukup
dikenal di Klaten, Bantul, Imogiri, Tuban, Tulungagung, juga Indramayu.
Berikut beberapa alasan mengapa batik Indonesia bisa
mendunia dan dikagumi, diantaranya adalah:
1. Pancarkan
Kearifan Indonesia
Batik akan menjadikan seseorang
lebih Indonesia. Dengan memakai batik seseorang akan tampil lebih fresh, lebih
hidup dan menjadikan siapa saja menjadi orang Indonesia seutuhnya. Pasalnya,
nilai batik merupakan jati diri Indonesia.
2. Warisan
Budaya Leluhur
Cermin pribadi yang pandai berterima
kasih pada leluhur bangsa memakai batik berarti kita termasuk pribadi yang
pandai berterima kasih. Dengan menggunakan batik, secara tidak langsung jika
kita memakai batik berarti kita bangga dengan pakaian khas indonesia, apapun
motifnya, batik Indonesia menjadi cerminan pribadi Indonesia yang sesungguhnya.
3. Nyaman
Dipakai
Selain bangga dengan negeri ini,
sebagian orang gemar menggunakan karya budaya nenek moyang Indonesia karena
motifnya yang cantik serta nyaman dipakai di segala suasana. Sebagian dari
mereka juga menganggap corak batik
Indonesia sangat unik dan memiliki khas tersendiri.
4. Bangkitkan
Nasionalisme
Mengenakan batik menjadikan
seseorang menunjukkan identitasnya secara tidak langsung, hal ini juga akan
berefek kepada sikap dan perilaku seseorang. Efek inilah yang menjadikan siapa
pun merasa bangga jadi orang Indonesia, inilah yang akan meinmbulkan semangat
nasionalisme.
5. Membuat
Orang Tampil Lebih Dewasa
Dengan mengenakan batik seseorang
akan terlihat dewasa dan mempesona, lihatlah ketika anak-anak yang masih duduk
di bangku sekolah menengah atas yang sudah mulai cinta dengan batik, maka akan
terlihat lebih dewasa dan lebih anggun serta gagah. Batik tak membuat seseorang
menjadi tua, tapi sebaliknya. Akan tampaklah wajah penuh kedewasaan. Jadi batik
menjadikan seseorang semakin dewasa.
6. Timbulkan
Rasa Percaya Diri
Batik akan membuat kita semakin
percaya diri. Memilih batik Indonesia yang sesuai postur tubuh kita, kemudian
ditambah motif yang indah, menjadikan seseorang semakin tambah percaya diri di setiap
kesempatan. Karena nuansa batik Indonesia mengandung nilai keikhlasan membuat
siapapun menjadi percaya diri.
Kementrian
Perdagangan Indonesia menekankan bahwa dengan tembusnya batik Indonesia ke
pasar global itu artinya Indonesia telah mampu mengangkat brand image batik
Indonesia.
Berdasarkan data Kementrian
Perdagangan, realisasi ekspor batik Indonesia ke beberapa negara di dunia pada
periode 2004-2008 menunjukkan tren yang positif meski di tahun 2005 mengalami
penurunan.
Ekspor
batik Indonesia mulai meningkat pada 2006 menjadi 14,26 juta dolar AS, menjadi
20,87 juta dolar AS pada 2007 dan menjadi 32,27 juta dolar AS pada 2008.
Realisasi ekspsor batik selama
periode Januari-November 2009 mencapai nilai 17,35 juta dolar AS. Negara tujuan
ekspor batik Indonesia antara lain Amerika Serikat, Belgia, Perancis, Inggris
dan Jerman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar