Sabtu, 09 April 2016

BANGKITNYA RUSIA SEBAGAI NEGARA YANG SUPER POWER


Siapa yang tidak tahu negara ini ??? pasti semua orang tahu ini negara apa .. negara yang mashaAllah luasnyaaaaa dan memiliki angkatan militer yang sangat besar serta kuat

Kekuasaan dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu  power sebagai alat, power didasarkan pada kemampuan, power sebagai hubungan dan proses, dan juga dapat menjadi kuantitas, tetapi untuk tujuan analisis politik internasional, power dapat dipecah ke dalam tiga konsep elemen terpisah yaitu : Tindakan (proses, hubungan) mempengaruhi (influence) aktor lain,Power mencakup kemampuan (capability) yang digunakan untuk memberikan pengaruh yang signifikan, dan Tanggapan (response) terhadap tindakan tersebut (Holsti, 1964:182). Pengaruh (influence) dapat didefinisikan sebagai kemampuan aktor untuk mengubah perilaku aktor lain untuk melakukan suatu tindakan atau kebijakan untuk kepentingan negaranya. Contohnya Pemerintah Soviet dengan menggunakan berbagai instrumen kebijakan luar negeri, telah berupaya untuk mencegah Jerman Barat untuk memperoleh senjata nuklir, dengan menyelenggarakan Marshall Plan dan NATO. Poin kedua adalah kemampuan (capability) , kemampuan dapat didefinisikan sebagai kemampuan suatu negara yang dimobilisasi untuk mendukung tindakan mempengaruhi (influence). Apa yang krusial berkaitan kemampuan untuk mempengaruhi menurut Dahl (1961), adalah bahwa negara tersebut memobilisasi kemampuan ini untuk tujuan politiknya, dan bahwa negara tersebut memiliki keterampilan dalam memobilisasi kemampuan tersebut demi mencapai tujuannya dan pada akhirnya akan mengahasilkan suatu tanggapan (response) dari negara tujuannya, baik berupa tanggapan positif maupun negative (Holsti, 1964:185).


Pemakaian dan pencapaian power digunakan oleh negara untuk menjalankan kebijakan politik luar negeri yang pada akhirnya memiliki tujuan akhir untuk mewujudkan national interest negara tersebut. Pelaksanaan power dilakukan dari berbagai bentuk seperti ideologi, tekanan ekonomi, persuasi untuk melakukan kerjasama, kemampuan mengelola asset fisik negara, imperialism kebudayaan maupun perang. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kekuatan nasional (national power) merupakan kemampuan (capacity) suatu bangsa yang digunakan sebagai alat (means) untuk mendapatkan kepentingan nasional (national interest) negaranya. Kekuatan nasional melibatkan kemampuan untuk mempengaruhi, menggunakan tekanan ataupun ancaman untuk mengontrol perilaku negara – negara lain sesuai dengan kehendak sendiri demi mencapai kepentingan nasional.

Mengapa Rusia menjadi negara super power ?
Bangkitnya Rusia Sebagai Negara Super Power’. Terlepas dari hasil yang dicapai dalam pertemuan antara Putin dan Obama untuk mendiskusikan masalah Suriah, Ukraina dan masalah lainnya, satu hal yang jelas adalah, pertemuan itu menunjukkan suatu hal yang tiba-tiba, bahkan sangat mengejutkan yaitu  bangkitnya kekuatan Rusia dalam beberapa tahun terakhir.
Presiden Rusia Vladimir Putin

Dalam dunia yang penuh dengan kejutan ini, mulai dari kebangkitan fundamentalisme Islam, lemahnya perekonomian China, persaingan internal Uni Eropa, tercapainya kesepakatan dengan Iran, anjloknya pasar saham Amerika, kejutan terbesar dari semua itu adalah lahirnya kembali kekuatan Rusia di bawah Vladimir Putin.
Hal ini luar biasa mengingat bahwa Rusia telah disingkirkan dari Eropa Timur, kehilangan setengah penduduknya, tidak memiliki  sektor pertanian, tekonolgi tinggi maupun konsumen modern, serta menderita penurunan 50 persen dalam harga ekspor minyak. Ekonomi Rusia waktu itu bahkan lebih kecil daripada Inggris, Perancis atau Jerman dan tidak bergerak ke arah kapitalisme demokrasi Barat.

Putin berulang kali dipermalukan oleh para pemimpin Barat. Presiden Obama, merendahkan Rusia dan menganggapnya hanya sebuah kekuatan regional, menyatakan bahwa Putin tak lebih dari seorang anak kecil bosan yang tengah meringkuk di belakang kelas. Kanselir Jerman Angela Merkel pernah dengan pedas mengejek kejantanan Putin dengan mengatakan “Saya mengerti mengapa dia harus melakukan hal ini, hanya untuk membuktikan bahwa dia seorang pria. Ia takut dengan kelemahannya sendiri. Rusia itu tak punya apa-apa.

Namun, Rusia telah kembali menempatkan dirinya sebagai kekuatan besar yang menggetarkan berbagai rezim otoriter dan korup di seluruh dunia. Kesediaannya menerima kembali Krimea, Ossetia Selatan, Abkhazia dan bagian dari Left Bank Ukraina dalam dekade terakhir, diam-diam disambut oleh para pemimpin nasionalis konservatif dengan aspirasi mereka sendiri.

Sendirian di antara kekuatan-kekuatan besar dunia, Rusia bertindak aktif dan bersedia untuk campur tangan dalam membantu sekutu-sekutunya. Negara-negara Eropa tidak lagi negara kuat seperti sebelumnya dalam Perang Dunia II. Jepang dan Jerman  benar-benar merasakan bahwa kekuatan mereka melemah pasca  kekalahan di Perang Dunia II. China masih perlu beberapa dekade jauhnya untuk menjadi negara adidaya. Amerika Serikat di bawah Presiden Obama mementaskan aksi semi-penarikan diri dari wilayah-wilayah utama dunia.


Para pemimpin Arab mulai dari Arab Saudi, Mesir, Maroko, Yordania, Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab berkunjung ke Moskow tahun ini. Raja Saudi Salman bahkan menyebut-nyebut dirinya akan menyambut Vladimir Putin ke Riyadh.Bahkan Israel berusaha semakin mendekat ke Rusia. Apakah Rusia akhirnya akan atau tidak akan menjual sistem rudal S-300 ke Iran jelas berpengaruh pada kepentingan vital Israel.
Perang Dingin Obama dan Putin

Presiden Suriah Bashar Assad berutang budi terhadap bantuan militer senilai  4-5 miliar dolar dari Rusia begitu pula dengan Iran. Rusia juga memainkan peran penting dalam memastikan kesepakatan nuklir untuk Iran. Rusia adalah pemasok senjata utama ke Iran dan akan membangun lebih banyak pembangkit listrik tenaga nuklir seperti Busheir.


Dengan kemampuan militer yang kuat, lokasi geografis Eurasia, kepemimpinan yang cakap, nasionalisme konservatif dan resusitasi dalam hubungan lama akibat Perang Dingin, Rusia telah kembali menjadi pemain utama di dunia.


ANGKATAN MILITER NEGARA RUSIA

Kementerian Pertahanan Rusia mempublikasikan laporan perangkat militer yang baru-baru ini masuk dalam perbendaharaan senjata tentara Rusia, demikian disampaikan Sputnik, mengutip situs resmi kementerian. Pada 2015, militer Rusia mengalami modernisasi serius yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah, tulis Sputnik.
Pesawat pengebom strategis Tu-160

Media Rusia tersebut melaporkan, tahun ini pasukan militer Rusia menerima 1.172 tank baru termasuk tank canggih T-14 Armata, 250pesawat termasuk dua pengangkut misil strategis Tu-95MS dan tiga pesawat pengebom strategis Tu-160.
Enam resimen misil dilengkapi dengan sistem Yars yang melakukan tugas tempur bersama Pasukan Misil Strategis Rusia. Sejumlah 95 persen sistem misil Rusia memiliki status operasional tempur.

Angkatan Laut Rusia juga mengalami peningkatan kapabilitas.Mereka menerima kapal selam tenaga nuklir Alexander Nevsky dan Vladimir Monomakh.
Rusia juga menempatkan 35 misil balistik baru. Armada nuklir saat ini telah diperbaharui sebesar 55 persen.



Pesawat pengangkut misil strategis Tu-95MS

Pesawat pengebom strategis Tu-160

Kehebatan militer Rusia diakui di seluruh dunia. Berbagai peperangan dan pertempuran berhasil dimenangkan militer Rusia sejak era pemerintahan tsar hingga Uni Soviet. Kini, militer Rusia kembali menunjukkan eksistensinya di dunia dalam peperangan melawan ISIS di Suriah.

Terkait dengan kerja sama teknis militer, Indonesia dan Rusia telah dan terus menjalin kerja sama di bidang ini secara terus-menerus. Uni Soviet aktif mendukung militer Indonesia pada masa mempertahankan kemerdekaan dulu. Kini, Rusia pun aktif mendukung alutsista Indonesia agar dapat melindungi negaranya dengan maksimal.
1.Jumlah Tentara
Menurut data dari wikipedia Rusia memiliki tentara total sebanyak 5.796.100 dengan jumlah tentara aktif sebanyak 2.037.000.
2.Jumlah Alat Tempur
Tercatat Rusia memiliki alat tempur darat sebanyak 79,985 dengan  22.800 diantaranya adalah tank. Russia memiliki total sebanyak 526 alat tempur laut dan memiliki 3.888 alat tempur di udara.

3.Kekuatan Bom Atom 
 Bom atom dikenal sebagai senjata pamungkas alias digunakan sebagai senjata terakhir.Hal itu dikarenakan efeknya yang luar biasa.Jika kalian telah mengenal ledakan Hiroshima dan Nagasaki berarti kalian telah mengetahui bagaimana teknologi bom atom 69 tahun yang lalu.Bagaimana yang sekarang khususnya Rusia.Walaupun kekuatan atom masing-masing negara dirahasiakan namun dari beberapa ujicoba yang pernah dilakukan kita bisa tahu.

Tsar Bomba adalah bom milik Uni Sovyet(negara Rusia sebelum pecah) yang juga pernah di ujicoba


MASA PEPERANGAN RUSIA


Port Arthur, di Jazirah Liaodong di selatan Manchuria, telah diperkuat Rusia hingga menjadi sebuah pangkalan Angkatan Laut besar. Jepang membutuhkan kekuasaan laut untuk berperang di daratan Asia, karena itu tujuan militer pertama mereka adalah menetralkan armada Rusia di Port Arthur. Pada 8 Februari malam, armada Jepang di bawah pimpinan Admiral Heihachiro Togo memulai peperangan dengan sebuah serangan torpedo mendadak pada kapal-kapal Rusia di Port Arthur, sehingga membuat dua kapal perang Rusia rusak parah. Serangan-serangan itu berkembang menjadi Pertempuran Port Arthur esok paginya. Serangkaian pertempuran laut yang tidak memberikan hasil yang menentukan pun terjadi. Pada kesempatan itu, Jepang tidak berhasil menyerang Rusia dengan menggunakan meriam-meriam darat dari pelabuhan, dan armada Rusia menolak untuk meninggalkan pelabuhan itu dan pergi ke laut terbuka, khususnya setelah kematian Admiral Stepan Osipovich Makarov pada 13 April. Pertempuran-pertempuran ini memberikan perlindungan bagi sebuah pasukan Jepang untuk mendarat dekat Incheon di Korea, dan dari sana mereka menduduki Seoul dan berikutnya seluruh Korea. Pada akhir April, tentara Jepang di bawah Kuroki Itei bersiap-siap menyeberangi sungai Yalu ke Manchuria yang saat itu diduduki Rusia.

Sebagai jawaban terhadap strategi Jepang yang memberikan kemenangan cepat untuk menguasai Manchuria, Rusia melakukan tindakan-tindakan penghalang untuk memperoleh cukup waktu untuk menunggu tibanya pasukan-pasukan tambahan yang datang melalui jalan kereta api Trans-Siberia yang panjang. Pada 1 Mei, pecahlah Pertempuran Sungai Yalu. Dalam pertempuran ini pasukan-pasukan Jepang menyerang sebuah posisi Rusia setelah mereka menyeberangi sungai itu tanpa menghadapi perlawanan. Ini adalah sebuah pertempuran besar pertama dari perang ini di daratan. Pasukan-pasukan Jepang bergerak maju dan mendarat di beberapa titik di pantai Manchuria, serta melakukan sejumlah pertempuran hingga memukul balik pasukan-pasukan Rusia ke Port Arthur. Pertempuran-pertempuran ini, termasuk Pertempuran Nanshan pada 25 Mei, ditandai oleh kekalahan besar Jepang dalam penyerangan kepada sejumlah posisi kuat Rusia, tetapi tentara Rusia tetap bersikap pasif dan tidak melakukan serangan balasan.

Di laut, perang ini sama brutalnya. Setelah penyerangan pada 8 Februari terhadap Port Arthur, pasukan Jepang berusaha mencegah pasukan Rusia menggunakan pelabuhan itu.


Apakah Rusia pernah melakukan diplomasi ?


Pada Selasa (1/12) lalu, RBTH Indonesia berkesempatan untuk mewawancari Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Y. Galuzin secara eksklusif. Ada empat topik utama yang kami tanyakan, dan berikut adalah jawaban sang dubes terkait bagaimana hubungan Rusia-Indonesia selama 2015 atau selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo dalam setahun terakhir?
Sepertinya, slogan “Kerja, kerja, kerja,” juga tepat menggambarkan apa yang dilakukan antara Indonesia dan Rusia dan selama 2015 ini. Sumber: Shintya Felicitas/RBTH Indonesia

“Kerja, kerja, kerja,” adalah slogan yang diusung Presiden RI Joko Widodo sebagai bentuk komitmennya untuk fokus bekerja demi rakyat Indonesia. Tahun ini, hubungan Rusia dan Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dubes Galuzin bahkan mengatakan  bahwa produktifitas antara kedua negara telah mewarnai 65 tahun hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia. Lantas, apa saja sebenarnya yang terjadi selama setahun terakhir antara negeri di khatulistiwa dan negeri besar di utara sana? Sepertinya, slogan “Kerja, kerja, kerja,” juga tepat menggambarkan apa yang dilakukan antara Indonesia dan Rusia dan selama 2015 ini. Berikut wawancara eksklusif RBTH Indonesia dengan Dubes Rusia Mikhail Galuzin.
RBTH: Bagaimana Anda menyimpulkan kerja sama antara Rusia-Indonesia selama 2015 ini, khususnya selama berjalannya Pemerintahan Presiden Joko Widodo? Peristiwa penting apa saja yang menandai meningkatnya kerja sama antara kedua negara?
Mikhail Galuzin: Kami telah melakukan kerja sama yang sangat baik selama satu tahun masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo, bahkan di berbagai area utama kerja sama Indonesia dan Rusia.
Pertama-tama, di awal tahun ini, pada Februari, diadakan perayaan 65 tahun hubungan diplomatik antara Rusia dan Indonesia. Rusia (yang saat itu masih bernama Uni Soviet) adalah salah satu negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia di tahun 1950. Saya pikir, bukanlah suatu kebetulan bahwa sepanjang tahun ini memang sangat produktif bagi kedua negara kita, dan saya dengan senang hati menyampaikan bahwa produktifitas ini mewarnai 65 tahun hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia.
Sepanjang tahun ini, kita berhasil menstimulus berbagai dialog antara Rusia dan Indonesia. Ada beberapa kegiatan dialog skala besar yang dilakukan, seperti Sidang Komisi Bersama di Kazan. Saat itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Sofyan Djalil memimpin delegasi Indonesia untuk bertemu para pejabat dan pengusaha Rusia di Kazan, ibu kota Republik Tatarstan.
Di bulan April, di Kazan, Forum Bisnis Rusia-Indonesia diadakan dengan partisipasi sejumlah besar pebisnis dari kedua belah pihak. Kami memang melakukan cukup banyak dialog secara intensif dalam bidang ekonomi. Berbagai pertemuan dan dialog yang dilakukan berdampak secara signifikan, salah satunya adalah peresmian proyek pembangunan jalur kereta api di Kalimantan beberapa minggu lalu yang dihadiri Presiden Joko Widodo. Proyek ini akan dioperasikan oleh perusahaan negara Russian Railways (RZhD) dengan anak perusahaan PT Kereta Api Borneo (PT KAB) yang akan berkontribusi terhadap jalur perhubungan dan infrastruktur di Indonesia. Ini merupakan suatu proyek skala.

Kemudian, kami juga mengadakan dialog terkait isu pertahanan dan keamanan. Secara pribadi, saya ucapkan terima kasih kepada Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu yang telah bepartisipasi dalamKonferensi Keamanan Internasional Moskow pada April lalu, dan juga melakukan pertemuan dengan mitra Rusianya, Menhan Rusia Sergey Shoigu. Pertemuan itu pun sangat produktif.

Lalu, tahun ini Rusia dan Indonesia berhasil memperluas dialog antara kedua negara melalui kedua kemenlu kita, yang sebetulnya ini merupakan saluran komunikasi yang sangat penting dalam hubungan bilateral antara kedua negara. Pada Februari lalu, kami melaksanakan konsultasi bilateral oleh Wamenlu Rusia Igor Morgulov yang bertanggung jawab atas diplomasi di kawasan Asia-Pasifik dengan Kemenlu Indonesia yang diwakili Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI Dian Triansyah Djani terkait agenda bilateral kedua negara. Konsultasi ini tidak dilakukan dalam waktu yang sangat lama, tapi hal itu akhirnya kembali terealisasi tahun ini.

Hal penting berikutnya, kami juga mengadakan konsultasi terkait isu keamanan strategis pada Desember 2014 lalu di Moskow dengan partisipasi Wamenlu RI Hasan Kleib dan Wamenlu Rusia Sergey Ryabkov.Selain itu, belum lama ini, pada November, kami mengadakan konsultasi yang sangat produktif terkait agenda HAM antara direktorat kedua kemenlu kita. Kemudian, kami juga berhasil melanjutkan stimulus dialog komunikasi antara kedua parlemen kita. Dialog antara para pembuat kebijakan di negara kita telah menjadi tiang yang kokoh bagi hubungan bilateral kita, dan inilah mengapa kami sangat mengapresiasi kunjungan terkini dari Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Irman Gusman ke Rusia. Di sana, dia melaksanakan pertemuan dengan mitra Rusianya, Ketua Dewan Federasi Rusia Valentina Matvienko dan berbagai pejabat Rusia lainnya.

Saya juga ingin menyebutkan bahwa dalam peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jakarta dan Bandung pada April lalu, Presiden Putin mengirimkan utusan khusus yang diwakili Wakil Ketua Dewan Federasi Majelis Federal Federasi Rusia Ilyas Umakhanov untuk menghadiri peringatan yang bersejarah tersebut dan menyampaikan pesan dari presiden Rusia di hadapan para peserta KAA. Sejauh yang saya ingat, Presiden Putin adalah satu-satunya kepala negara yang meskipun tak hadir, ia tetap memberikan pesan pribadinya berupa ucapan selamat dan sambutan kepada para peserta KAA.

Kemudian, Wakil PM Rusia Arkady Dvorkovich yang bertanggung jawab atas perindustrian berkunjung ke Jakarta pada April lalu untukmenghadiri Forum Ekonomi Dunia Asia Timur dan untuk melakukan kontak bilateral dengan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Selain itu, di tahun ini ada pengembangan di bidang yang baru antara hubungan Rusia-Indonesia di bidang analisis politik, yaitu sebuah diskusi yang solid, sebuah proyek diskusi bersama yang membahas isu-isu politik terkini dan kerja sama sosial-ekonomi di kawasan Asia-Pasifik. Diskusi inidiselenggarakan atas kerja sama Klub Diskusi Valdai dan Habibe Center, dengan partisipasi sejumlah cendekiawan, ilmuwan, dan analis politik dari sejumlah negara di Asia-Pasifik.

Simposium ini berlangsung di Jakarta pada 27 November lalu, dan ini merupakan suatu bentuk pengembangan yang baru dalam hubungan antara Rusia dan Indonesia. Secara pribadi, saya ucapkan terima kasih sikap aktif dan konstruktif Habibie Center yang telah secara positif merespons proposal dari Valdai yang merupakan salah satu pusat analisis politik ternama di Rusia, yang forumnya diadakan setiap tahun di Rusia dengan partisipasi Presiden Putin sebagai pembicara kunci di forum tersebut.

Jadi, tahun ini memang sangat produktif bagi hubungan Rusia-Indonesia, dan saya harap tren positif ini akan terus berlanjut ke tahun berikutnya.

VISIT AND GIVE GOOD COMMENT







7 komentar:

  1. Negara dengan kekuatan militer sekuat. Ini sungguh luar biasa

    BalasHapus
  2. Blog ini sangat membantu sekali, saya jadi lebih banyak tahu lagi tentang negara rusia, terimakasih

    BalasHapus
  3. Rusia dan Putin jika tak ada campur tangan dari Amerika mereka akan menjadi negara terkuat di dunia

    BalasHapus
  4. Memang tak dapat dipungkiri lagi kalau Rusia menjadi salah satu negara superpower di dunia. Apalagi dengan kekuatan militer yang sehebat itu. Terimakasih infonya, min!

    BalasHapus